Sunday, December 6, 2009

Pemasaran : Berdasarkan sasaran vs Massal ?

Ketika kita berbicara mengenai pemasaran berdasarkan sasaran (target marketing) dan pemasaran massal (mass marketing), maka kita sedang membicara pasar sasaran (target market)

Pasar sasaran (target market) dapat dilihat dari 2 sisi :
1. Setiap individu mempunyai karakteristik yang unik dan berbeda.
2. Setiap individu mempunyai karakteristik sama atau cenderung sama.

Berdasarkan pengertian inilah muncul pemahaman pemasaran berdasarkan sasaran dan pemasaran massal.
Pemasaran berdasarkan sasaran mengasumsikan bahwa setiap individu yang menjadi sasaran perusahaan adalah unik dan berbeda satu dengan yang lain.
Pemasaran massal mengasumsikan bahwa setiap individu yang menjadi sasaran perusahaan mempunyai karakteristik yang sama atau cenderung sama.

Manakah yang lebih baik antara membuat pemasaran untuk massal (mass marketing) dengan pemasaran untuk sasaran tertentu (target marketing)?

Jawabannya adalah tergantung daripada jenis produk yang ingin dijual. Untuk jenis barang tertentu, pemasaran massal lebih baik dibandingkan dengan pemasaran berdasarkan sasaran, begitu pula sebaliknya. Secara umum, lebih banyak produk yang menggunakan pemasaran berdasarkan sasaran dibandingkan dengan pemasaran massal.

Untuk barang-barang yang sulit didiferensiasi (dibedakan satu dengan yang lainnya), konsumen cenderung besar dan tersebar , maka pemasaran massal akan menjadi lebih baik.
Contoh : gula. Kenapa anda mengkonsumsi gula? Apakah ada alasan lain karena rasa manis? Sebagian besar konsumen akan menjawab karena rasa manis yang disebabkan oleh gula, tetapi hal ini tentu saja tidak berlaku untuk semua konsumen. Ada konsumen yang bukan hanya rasanya, tapi juga warnanya, mungkin juga kemasannya. Pernahkah anda berpikir kenapa produk Gulaku bisa timbul?

Untuk barang-barang yang cenderung didiferensiasi (dibedakan satu dengan yang lainnya), maka pemasaran berdasarkan sasaran akan menjadi lebih baik.
Contoh : pakaian. Jika fungsi utama pakaian adalah melindungi tubuh, maka kita juga mengetahui bahwa fungsi dari pakaian sekarang ini bukan hanya itu. Ada konsumen yang lebih mengutamakan bagaimana pakaian tersebut dapat membantu memperbaiki penampilan mereka. Hal inilah yang menimbulkan apa yang kita sebut sekarang ini sebagai fesyen (fashion).

Apakah dengan menggunakan pemasaran berdasarkan sasaran (target marketing), jumlah konsumen saya menjadi sedikit?

Dengan menggunakan target marketing, bukan berarti jumlah konsumen anda sedikit. Pada tahun 2004, penggunaan popok di Indonesia sudah mencapai 500 miliar/tahun. Bayangkan omset 500 miliar hanya salah satu perlengkapan bayi yaitu popok. Jadi mempunyai sasaran yang spesifik bukan berarti kecil, bukan?

Pemasaran berdasarkan sasaran juga dapat menjadi sarana produsen untuk menetapkan harga yang lebih tinggi. Salah satu contoh yang dapat anda lihat di Jakarta adalah Food Hall yang terletak di Sogo. Food Hall mentargetkan konsumen rumah tangga yang lebih mapan.
Sekalipun sekilas terlihat sama dengan supermarket pada umumnya, tetapi ada perbedaan yang signifikan akan produknya. Banyak barang-barang impor dan khusus yang tidak dijual di supermarket biasa, harga barang lebih mahal daripada umumnya, dan kualitas barangnya relatif lebih baik.

Sudahkah anda memutuskan pemasaran mana yang akan anda pakai? Target marketing atau Mass Marketing?

Silahkan bertanya jika ada tulisan saya yang belum jelas.
Saran dan kritik juga akan sangat saya hargai. Terima kasih.

2 comments:

  1. selamat malam, saya ingin bertanya
    menurut Anda, Pocari Sweat menggunakan pemasaran massal atau berdasarkan sasaran?

    ReplyDelete
  2. Menurut saya, Pocari Sweat menggunakan pemasaran berdasarkan sasaran. Salah satu alasan yang saya bisa berikan adalah penggunaan youth (anak muda) sebagai model iklan dan juga banyaknya jenis variasi minuman yang ada di pasar.

    Dalam realita, sekalipun general product seperti beras dan gula masih saja berusaha untuk dibedakan berdasarkan sasaran. Sebut saja merek si Pulen dan Gulaku.

    ReplyDelete