Friday, July 23, 2010

Perusahaan - Tujuan Perusahaan (Company Objectives)

Dalam tulisan sebelumnya tentang lingkungan pemasaran (marketing environment), salah satu hal yang termasuk lingkungan pemasaran langsung adalah perusahaan.

Perusahaan dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :
1. Tujuan perusahaan (objectives)
2. Sumber daya perusahaan (resources)

Tujuan perusahaan penting karena menjadi petunjuk/arahan bagi pengembangan jangka pendek dan jangka panjang perusahaan.

Tiga hal yang harus diperhatikan dalam menentukan tujuan perusahaan :
1. Perusahaan harus melakukan usahanya dalam aktivitas yang spesifik yang bermanfaat secara ekonomis dan sosial.
2. Perusahaan harus mengembangkan organisasi untuk terus melanjutkan usahanya dan mengimplementasikan strategi-strateginya.
3. Perusahaan harus mendapatkan keuntungan yang cukup untuk bertahan hidup.

Penjelasan point 1 : Perusahaan harus melakukan usahanya dalam aktivitas yang spesifik yang bermanfaat secara ekonomis dan sosial.
Manfaat ekonomis berkaitan dengan keuntungan yang didapatkan baik oleh perusahaan dan konsumen.
Manfaat sosial berkaitan dengan pandangan konsumen bahwa tujuan perusahaan adalah "baik" dalam perspektif konsumen.
Contoh : Tujuan perusahaan adalah menjadi penyedia jasa hiburan judi terbesar di negara X.
Secara ekonomis dengan adanya usaha di tempat tertentu, maka sektor pendukung yang lain akan ikut berkembang.
Secara sosial, apakah judi itu dianggap "baik" oleh konsumen dan masyarakat setempat? Di Indonesia, beberapa orang menganggap judi tidak membawa manfaat sosial. Tetapi di Malaysia, Mesir, judi jelas dianggap membawa manfaat sosial sehingga terdapat negara yang bersangkutan.
---
Penjelasan point 2 : Perusahaan harus mengembangkan organisasi untuk terus melanjutkan usahanya dan mengimplementasikan strategi-strateginya.
Contoh : Tujuan perusahaan adalah menjadi penyedia jasa katering terbesar di Jakarta. Dengan adanya tujuan tersebut, perusahaan dapat membuat berbagai macam produk makanan dan jasa layanan yang mendukung tujuan perusahaan. Ini juga berarti seluruh ide untuk produk dan jasa yang tidak mendukung tujuan perusahaan dapat dihilangkan.
---
Penjelasan point 3 : Perusahaan harus mendapatkan keuntungan yang cukup untuk bertahan hidup.
Keuntungan dimaksud adalah jangka pendek dan jangka panjang. Akan lebih baik jika perusahaan mempunyai angka sasaran yang dituju.
Contoh : Tujuan jangka pendek perusahaan adalah bertahan hidup, jangka menengah 10%, jangka panjang 5%. Besarnya angka sasaran bervariasi dan tergantung pada kebijakan dan kondisi perusahaan masing-masing.

Tujuan perusahaan biasanya diwujudkan dalam bentuk visi dan misi perusahaan.
Contoh : Telkomsel.
Visi
Telkom berupaya untuk menempatkan diri sebagai perusahaan InfoCom terkemuka di kawasan Asia Tenggara, Asia dan akan berlanjut ke kawasan Asia Pasifik.
Misi
Telkom akan mengelola bisnis melalui praktek-praktek terbaik dengan mengoptimalisasikan sumber daya manusia yang unggul, penggunaan teknologi yang kompetitif, serta membangun kemitraan yang saling menguntungkan dan saling mendukung secara sinergis.
Perbedaan visi dan misi terletak pada tujuan (visi) dan cara mencapainya (misi).

Seluruh bagian dalam perusahaan harus bekerja sama untuk mencapai tujuan perusahaan yang sama. Tujuan perusahaan juga menjadi petunjuk bagi tujuan pemasaran (marketing objectives)

Silahkan bertanya jika ada tulisan saya yang belum jelas.
Saran dan kritik juga akan sangat saya hargai. Terima kasih.

Thursday, July 22, 2010

Lingkungan Pemasaran (Marketing Environment)

Lingkungan pemasaran dan perubahannya mempengaruhi proses perencanaan perencanaan strategi pemasaran.

Lingkungan pemasaran dapat dibedakan menjadi 2 :
1. Lingkungan pemasaran langsung
2. Lingkungan pemasaran eksternal

Lingkungan pemasaran langsung mencakup 3 hal : Konsumen, Perusahaan, dan Pesaing.
Lingkungan pemasaran eksternal mencakup 4 hal : Lingkungan ekonomi, Lingkungan teknologi, Lingkungan politik dan hukum, Lingkungan budaya dan sosial.

Manajer pemasaran akan menganalisa lingkungan pemasaran dan memutuskan arah dari strategi pemasaran perusahaan.
---
Contoh :

Anda adalah seorang pengusaha katering.

Lingkungan pemasaran langsung yang mempengaruhi adalah :
1. Konsumen.
Mencakup : individu atau organisasi, selera konsumen, tingkat pendapatan mereka, umur konsumen, dan banyak faktor lainnya.
2. Perusahaan.
Mencakup : tujuan dan misi utama perusahaan (contoh : menjadi perusahaan katering chinese food terbesar di Jakarta), kemampuan finansial perusahaan yang menentukan skala bisnis perusahaan (mentargetkan perusahaan besar atau kecil atau hanya individu), kemampuan produksi perusahaan (jenis terbatas dengan jumlah besar atau jenis banyak dengan jumlah terbatas), dan kekuatan pemasaran perusahaan (apakah ada kenalan dalam organisasi atau tenaga pemasaran tersendiri).
3. Pesaing.
Mencakup : siapakah pesaing kita, apakah perusahaan katering sejenis atau seluruh penjual makanan? apa yang dilakukan oleh perusahaan pesaing kita, dan apa respon yang kita berikan?

Lingkungan pemasaran eksternal yang mempengaruhi adalah :
1. Lingkungan ekonomi.
Contoh : kemampuan daya beli masyarakat mempengaruhi penetapan harga untuk masakan katering anda, tetapi distribusi pendapatan juga mempengaruhi. Sekalipun pendapatan perkapita Indonesia rendah tetapi distribusi pendapatan tidak merata, oleh karena itu ada produk mewah masih dapat dikonsumsi oleh sejumlah konsumen.
2. Lingkungan teknologi.
Contoh : peralatan masak yang anda gunakan (tradisional atau modern), alat transportasi (kalau dulu sepeda, sekarang menggunakan motor/mobil), alat pemasaran (kalau dulu brosur sekarang dapat lewat internet).
3. Lingkungan politik dan hukum.
Contoh : Politik - nasionalisasi dapat menjadi ancaman bagi perusahaan di negara tertentu. Hukum - bahan makanan tidak legal seperti formalin yang dilarang penggunaannya dalam produk makanan dan minuman.
4. Lingkungan budaya dan sosial.
Contoh : bahan makanan tertentu dapat dianggap haram di daerah tertentu seperti daging babi di Indonesia yang mayoritas muslim, kecuali pengusaha makanan memang menargetkan konsumen non-muslim dari sejak awal.

Keterangan tentang masing-masing lingkungan pemasaran akan dibahas lebih rinci dalam tulisan-tulisan berikutnya.

Silahkan bertanya jika ada tulisan saya yang belum jelas.
Saran dan kritik juga akan sangat saya hargai. Terima kasih.

Sunday, January 31, 2010

Kesempatan Pemasaran di Luar Negeri : Perlu dipertimbangkan?

Perlukah perusahaan melakukan pemasaran ke luar negeri jika pasar di dalam negeri masih melimpah. Mungkin saja banyak yang menjawab tidak, ngapain repot-repot ke luar negeri kalau di dalan negeri saja masih banyak. Diharapkan setelah anda membaca beberapa alasan di bawah ini, anda dapat berpikir dua kali tentang hal tersebut.

1. Dunia menjadi semakin sempit.
Perdagangan internasional terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini dimungkinkan dengan adanya perkembangan dalam transportasi dan komunikasi. Salah satu yang paling besar mempengaruhi dunia perdagangan internasional adalah internet. Perusahaan dapat memberikan informasi lebih lengkap dan mudah diakses oleh calon konsumennya melalui website dengan biaya relatif murah. Konsumen pun dapat memesan produk yang mereka inginkan dari rumah dengan beberapa klik dari mouse.
Contoh : Ebay adalah tempat pelelangan internasional online terbesar saat ini. Hampir semua barang dapat anda temukan di Ebay dengan harga yang kompetitif.

2. Membuat keunggulan kompetitif baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Salah satu alasan utama perusahaan yang melakukan ekspansi ke luar negeri adalah economies of scale. Semakin banyak unit yang diproduksi oleh perusahaan maka biaya per unit nya akan semakin rendah. Jika anda merasa nyaman dengan pasar dalam negeri anda, maka bukan mustahil perusahaan luar negeri satu saat akan melakukan ekspansi ke pasar dalam negeri anda.
Contoh : Anda bisa melihat bagaimana Pertamina sebagai BUMN bereaksi terhadap adanya ekspansi penyedia produk perminyakan luar negeri seperti Shell, Chevron. Dari penggantian logo, perbaikan layanan, komunikasi yang lebih baik dan pesat sejak kompetitor luar negeri memasuki pasar dalam negeri.

3. Pasar yang baru.
Jika pasar dalam negeri sudah mencapai titik jenuh, maka perusahaan dapat memikirkan untuk menjual produknya di pasar luar negeri dimana permintaan akan produk tersebut baru berkembang.
Contoh : Perusahaan-perusahaan Jepang, selain karena adanya kebijakan dumping dimana perusahaan Jepang menjual produknya lebih mahal untuk dalam negeri, kondisi pasar jepang adalah hyper competition, dimana kompetisi bukan lagi tinggi melainkan sangat tinggi, dimana produk baru dapat dikeluarkan dalam hitungan minggu.

4. Trend
Trend dapat diartikan sebagai perkembangan pasar ke arah tertentu seiring berjalannya waktu. Bagaimana dengan perusahaan yang telah melakukan ekspansi ke luar negeri dimana trend dalam negeri menurun tetapi trend luar negeri sedang meningkat.
Contoh : Trend konsumsi rotan dalam negeri menurun, tetapi konsumsi trend produk-produk yang berkaitan dengan alam di luar negeri malah meningkat. Mengenai rendahnya ekspor rotan Indonesia, tentu saja ada penyebab lain dan bukan kurangnya permintaan khsususnya luar negeri.

5. Resiko
Setelah berbicara mengenai faktor-faktor yang mendukung dilakukannya ekspansi ke luar negeri, maka kita akan berbicara mengenai resiko yang mungkin timbul dari ekspansi tersebut. Resiko yang lebih tinggi mungkin terjadi di pasar luar negeri. Beberapa kendala yang mungkin timbul adalah berkaitan dengan budaya, hukum, politik.
Contoh : Masyarakat Jepang mempunyai tingkat nasionalisme yang tinggi, mereka mau membeli barang produksi dalam negeri dengan harga lebih tinggi dan menjual ke luar negeri lebih murah. Di beberapa negara muslim, bahan makanan atau produk tertentu dapat dikatakan haram. Nasionalisasi pun mengancam beberapa perusahaan yang melakukan ekpansi di negara seperti Venezuela.

Pertimbangan akan kesempatan dan resiko yang ada didukung perencanaan yang matang diperlukan oleh perusahaan jika ingin melakukan ekspansi ke pasar internasional.

Silahkan bertanya jika ada tulisan saya yang belum jelas.
Saran dan kritik juga akan sangat saya hargai. Terima kasih.

Friday, January 15, 2010

Kesempatan Pemasaran (Marketing Opportunities)

Kesempatan yang ada di pasar biasanya baru diketahui setelah orang lain mengidentifikasi peluang tersebut. Lihatlah Sour Sally dengan produk frozen yoghurtnya. Banyak perusahaan yang berusaha untuk meniru Sour Sally dengan kesuksesannya mengidentifikasi kesempatan di pasar menengah keatas tersebut.

Secara garis besar kesempatan pemasaran dapat dibedakan menjadi 2 kategori (produk dan pasar) dan 2 jenis (lama dan baru).

Dari 2 kategori dan 2 jenis, ada 4 kesempatan pemasaran yang dapat diidentifikasi dan dikejar oleh perusahaan.
1. Produk lama + Pasar lama = Penetrasi pasar (market penetration)
2. Produk lama + Pasar baru = Pengembangan pasar (market development)
3. Produk baru + Pasar lama = Pengembangan produk (product development)
4. Produk baru + Pasar baru = Diversifikasi (diversification)

Adalah 1. Penetrasi pasar : berusaha untuk meningkatkan penjualan dari produk perusahaan saat ini di pasar lamanya, mungkin melalui bauran pemasaran yang lebih agresif.
Contoh : Coca Cola berusaha meningkatkan penjualan minuman Coca Cola dengan cara mempromosikan agar minuman tersebut dikonsumsi dengan makanan Indonesia pada umumnya.

Adalah 2. Pengembangan pasar : berusaha untuk meningkatkan penjualan dari produk perusahaan saat ini di pasar yang baru.
Contoh : Ketika Coca Cola pertama kali masuk ke Indonesia dari negara asalnya Amerika untuk memperoleh pasar yang baru di Indonesia.

Adalah 3. Pengembangan produk : menawarkan produk yang baru atau diimprovisasi ke pasar lama.
Contoh : Ketika Coca Cola menjual Fresh Tea. Pada awalnya, produk Coca Cola adalah minuman karbonat bersoda, tetapi di Indonesia, Coca Cola membuat teh untuk menyaingi market leader Teh Botol Sosro.

Adalah 4. Diversifikasi : berpindah kepada lini bisnis yang benar-benar berbeda dengan bisnis sebelumnya.
Contoh : Ketika Wings menjual produk Mie Sedaap dimana sebelumnya Wings menjual produk sabun. Untuk alasan ini pula, Wings menggunakan nama Wingsfood yang terpisah dari Wings untuk menghindari pikiran konsumen mengaitkan produk ini dengan produk Wings sebelumnya.

Perusahaan dapat mengejar lebih dari satu kesempatan pemasaran yang ada. Diharapkan dengan mengetahui jenis kesempatan pemasaran, perusahaan dapat memfokuskan usaha pemasarannya dengan lebih baik.

Sekalipun tidak ada pola yang pasti untuk pola pengembangan kesempatan pemasaran setiap perusahaan, tetapi biasanya pola pengembangan yang terjadi adalah penetrasi pasar, pengembangan produk/pasar, dan yang terakhir adalah diversifikasi.

Silahkan bertanya jika ada tulisan saya yang belum jelas.
Saran dan kritik juga akan sangat saya hargai. Terima kasih.

Tuesday, December 15, 2009

Perencanaan Strategi Pemasaran : Proses yang Mengerucut

Perencanaan strategi pemasaran adalah proses yang mengerucut.

Begitu banyak kesempatan yang ada di pasar. Dengan demikian pasar sasaran dan bauran pemasaran yang sesuai untuk pasar sasaran pun bermacam-macam. Perusahaan harus menentukan pasar sasaran dan bauran pemasaran yang paling sesuai untuk perusahaan. Proses mengerucut untuk menyeleksi target pasar dan bauran pemasaran yang sesuai inilah yang disebut perencanaan strategi pemasaran.

Dalam prosesnya, perencanaan strategi pemasaran akan mencakup beberapa proses.

Saya menyarankan anda membaca buku Basic Marketing : A Marketing Strategy Planning Apporach (Perrerault, Cannon, Mc.Carthy, 2009) halaman 49, Exhibit 2-10 untuk mendapatkan gambaran dari proses perencanaan pemasaran.

Untuk menentukan strategi pemasaran (pasar sasaran + bauran pemasaran) yang tepat, maka dibutuhkan kriteria penyeleksian baik secara kualitatif dan kuantitatif.

Beberapa alat seleksi yang dapat digunakan adalah :
1. Segmentasi : Proses pengelompokkan konsumen menjadi beberapa kelompok tertentu dengan kebutuhan yang hampir sama.
2. Diferensiasi : Proses untuk membedakan bauran pemasaran perusahaan terhadap bauran pemasaran perusahaan pesaing.
3. SWOT analysis : Analisa yang mengidentifikasi seluruh kekuatan (strength), kelemahan (weakness), kesempatan (opportunity), dan ancaman (threat) suatu perusahaan.

Keterangan 1.
Dilakukan dengan mempertimbangkan faktor konsumen dan perusahaan.
Segmentasi ditindaklanjuti dengan pemilihan target segmen yang akan dituju.
Proses ini penting karena setiap konsumen adalah unik dan berbeda satu dengan yang lain. Dengan melakukan pengelompokkan terhadap konsumen-konsumen dengan kebutuhan yang hampir sama, maka perusahaan dapat menargetkan kelompok tertentu dibanding harus menargetkan setiap individu.

Keterangan 2.
Dilakukan dengan mempertimbangkan faktor perusahaan dan perusahaan pesaing.
Diferensiasi ditindaklanjuti dengan pemosisian produk/jasa perusahaan.
Proses ini penting agar perusahaan dapat mengkondisikan tawarannya sebagai sesuatu yang unik dan berbeda dari produk pesaingnya di mata konsumen. Atas perbedaan itulah, diharapkan konsumen dapat melakukan keputusan pembelian yang lebih baik.

Keterangan 3.
Dilakukan dengan melakukan analisa perusahaan, baik secara internal maupun eksternal.
Analisis internal akan menghasilkan faktor Strength dan Weakness.
Analisis eksternal akan menghasilkan faktor Opportunities dan Threats.

Silahkan bertanya jika ada tulisan saya yang belum jelas.
Saran dan kritik juga akan sangat saya hargai. Terima kasih.

Sunday, December 13, 2009

Ekuitas Konsumen (Consumer Equity)

Apakah itu ekuitas konsumen? Kata-kata ini sangat menarik. Dalam pandangan ekuitas konsumen, konsumen adalah aset bagi perusahaan yang mempunyai nilai. Jadi bagi perusahaan, bukan hanya pabrik, kantor, peralatan yang mempunyai nilai, tetapi konsumen pun punya nilai yang dapat dihitung. Nilai ini lah yang disebut ekuitas konsumen.

Ekuitas konsumen (consumer equity) adalah aliran pendapatan yang diharapkan dari konsumen perusahaan sekarang dan yang akan datang pada periode tertentu. (Perrerault, Cannon, Mc.Carthy, 2009)

Contoh :
Seorang konsumen memakai 1 botol shampo dalam 1 bulan.
Keuntungan perusahaan = Rp.1000/botol.
Rata-rata umur pemakaian seorang konsumen = 30 tahun/konsumen.
Maka Ekuitas seorang konsumen adalah = 30tahun/konsumen x 12bulan/tahun x 1 botol/bulan x Rp.1000/botol = Rp.360.000/konsumen
Jika perusahaan memiliki 1.000.000, maka total Ekuitas konsumen adalah = Rp.360.000/konsumen x 1.000.000 konsumen = Rp.360.000.000.000

Berdasarkan perhitungan diatas, maka dapat diketahui beberapa cara untuk meningkatkan ekuitas konsumen yaitu dengan meningkatkan laba per unit produk, umur pemakaian konsumen, dan jumlah pemakaian.
Yang menjadi masalah adalah umur pemakaian konsumen. Kenapa? Apakah produk anda tidak memiliki pesaing atau subtitusi? Jika tidak, maka umur pemakaian konsumen dapat dipastikan tetap. Tetapi hampir semua produk mempunyai pesaing dan subtitusi, oleh karena itu umur pemakaian konsumen dapat panjang, juga pendek. Panjang jika konsumen tetap setia mengkonsumsi produk perusahaan. Pendek jika konsumen beralih menggunakan produk pesaing atau subtitusi.

Semakin tinggi ekuitas konsumen, maka semakin tinggi profit yang diperoleh perusahaan. Semakin tinggi profit yang diperoleh perusahaan, semakin tinggi dividen yang dibagikan dan nilai suatu perusahaan. Semakin tinggi dividen dan nilai suatu perusahaan, semakin tinggi hasil yang didapatkan oleh pemilik (stockholder). Atas dasar inilah, seorang manajer pemasaran perlu untuk mengelola program pemasaran perusahaan secara keseluruhan agar menciptakan ekuitas konsumen yang tinggi yang pada akhirnya akan memberikan hasil yang tinggi bagi pemilik perusahaan.

Silahkan bertanya jika ada tulisan saya yang belum jelas.
Saran dan kritik juga akan sangat saya hargai. Terima kasih.

Monday, December 7, 2009

Program Pemasaran Perusahaan

Apakah anda mengetahui perbedaan antara strategi pemasaran (marketing strategy), rencana pemasaran (marketing plan), dan program pemasaran perusahaan (firm's marketing program)?

Inilah definisi sederhana tentang ketiga hal tersebut :
Strategi pemasaran = Pasar sasaran + Bauran pemasaran
Rencana pemasaran = Strategi pemasaran + Rincian tentang waktu pelaksanaan dan prosedur kontrol
Program pemasaran perusahaan = Rencana pemasaran + Rencana pemasaran lainnya
---
Strategi pemasaran = Pasar sasaran + Bauran pemasaran

Penjelasan mengenai strategi pemasaran telah saya jelaskan dalam tulisan saya sebelumnya yang berjudul "Strategi Pemasaran : Awal dari Program Pemasaran".
---
Rencana pemasaran = Strategi pemasaran + Rincian tentang waktu pelaksanaan dan prosedur kontrol

Rencana pemasaran menyangkut pelaksanaan/implementasi dan kontrol terhadap strategi pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan.

Agar strategi pemasaran dapat dilaksanakan dengan baik, maka rencana pemasaran harus dapat menjawab pertanyaan sebagai berikut :
1. Bauran pemasaran apa yang akan digunakan, kepada siapa, dan berapa lama?
2. Berapa biaya yang dibutuhkan (berkaitan dengan sumber daya perusahaan) per periode waktu (minggu, bulan, tahun)?
3. Hasil apa yang diinginkan (jumlah penjualan, keuntungan, tingkat kepuasan konsumen)?

Kontrol dilakukan setelah pelaksanaan. Kontrol menyediakan umpan balik kepada manajer atas strategi pemasaran yang telah dilakukan, apakah strategi pemasaran yang dilakukan sudah mencapai hasil yang diinginkan atau belum. Dari umpan balik tersebut, manajer pemasaran akan melakukan penyesuaian terhadap strategi pemasaran yang ada.
Beberapa instrumen yang digunakan untuk melakukan kontrol adalah analisa penjualan, survey kepuasan konsumen, analisa atas biaya dan keuntungan.
---
Program pemasaran perusahaan = Rencana pemasaran + Rencana pemasaran lainnya

Perusahaan terkadang tidak hanya memiliki satu produk saja, tetapi banyak jenis dan macamnya. Oleh karena itu ada beberapa strategi pemasaran dan rencana pemasaran dari masing-masing produk tersebut. Perusahaan dengan sumber daya yang terbatas harus membuat program pemasaran perusahaan yang mencakup seluruh program pemasaran yang ada, mengalokasikan sumber daya yang ada agar setiap program pemasaran dapat memberikan kontribusi terbaik untuk perusahaan.

Silahkan bertanya jika ada tulisan saya yang belum jelas.
Saran dan kritik juga akan sangat saya hargai. Terima kasih.